KAMMI : Kalau cinta mengapa mendua ?

Oleh : Arif Satriantoro / Kader KAMMI Komisariat Shalahuddin Al Ayyubi

Konsep jamaah bukan pada person tapi pada muatan substansi yg dibawa ,jika ada yg kurang mari kita perbaiki, bukan kita tinggalkan ,jika bisa kita perbaiki dengan tangan lakukan, jika hanya bisa dengan doa maka lakukan juga karena itu selemah lemah iman (seseorang ) 

 

Prolog

Ideologi.Sebenar nya apa yang dimaksud dengan ideologi ?bagaimana kita mengkaitkan antara pola pikir ideologi dengan sebuah sikap dalam tataran praksis kehidupan .Adakah hubungan antara ideologi dengan sebuah sikap dalam memaknai realitas sekitar ?Dan juga bagaimana posisi ideologi dalam konteks berpolitik di tataran praktis ?

 

Berbicara tentang kampus sebagai sebuah tempat yang bisa disebut miniatur dunia nyata mau tak mau tak bisa kita lepaskan dari sebuah gerakan mahasiswa dan juga ideologi yang dibawanya.Representasi gerakan mahasiswa dan Ideologinya inilah yang diwakili oleh berbagai macam organisasi ekseternal mahasiswa yang ada.Misalnya sebut saja mulai dari HMI,IMM,PMII, dan juga KAMMI tentunya. Dimana Organisasi eksternal tersebut membawa ideologi masing masing yang mereka percaya dapat mewujudkan kondisi sosial masyarakat yang lebih baik

 

Menilik Kampus hubungannya dengan ideologi juga tak dapat dipisahkan begitu saja,karena kampus sebagai miniatur dunia nyata menjadi bagian episode dari narasi besar insan manusia sebelum menuju ke medan pertempuran sesungguhnya ,yaitu dunia nyata.Ibarat kata ketika kita masuk dalam fase kampus ,identitas diri kita dibentuk oleh ideologi dan secara ideal proses ideologisasi tersebut menghasilkan insan manusia yang memiliki kesadaran identitas.Disinilah kesadaran identitas itu akan erat kaitanya dengan pemahaman individu akan ideologi yang dianut nya .Karena ketika proses Ideologisasi berjalan utuh dan benar, hakikatnya akan menghasilkan manusia yang memiliki identitas kokoh dan mantap.Insan yang sudah memiliki ideologi itulah yang nanti nya akan memperjuangkan visi dan misi ideologi yang membutuhkan waktu yang panjang.

 

Ketika kita mencoba membongkar kembali hubungan ideologi dan identitas, inilah yang menjadi benang merah yang saling terkait dan tak bisa dipisahkan begitu saja.Ketika insan manusia di kampus sudah berideologi secara benar ,otomatis identitas sebagai insan manusianya pun akan jelas dan tidak absurd.Begitu juga sebaliknya ,jika yang terjadi adalah proses ideologisasi yang belum benar ,insan mahasiswa akan terjebak  pada konsep identitas yang tidak utuh ,atau bahkan ekstremnya memiliki identitas ganda (dualisme) dalam bersikap dan menganalisis suatu masalah.

 

Lalu yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana cara “berideologi yang benar” khususnya sebagai kader KAMMI yang wajjib menjadi kader yang ideolog.Sudah idealkah kita dalam berideologi KAMMI pada saat ini ?

Mari kita bersama merekonstruksi ulang cara berpikir kita.Karena pada hakikatnya cara berideologi yang benar akan berbanding lurus dengan identitas kita sebagai mahasiswa yang nanti akan hidup di dunia kampus dan paska kampus.

 

Definisi Ideologi

 

Menilik secara harfiah pengertian idiologi secara umum,setidaknya banyak tokoh yang mentafsirkan ideologi dengan berbagai macam pengertiannya. Ideologi berasal dari kata idea (Inggris), yang artinya gagasan, pengertian. Kata kerja Yunani oida = mengetahui, melihat dengan budi. Kata “logi” yang berasal dari bahasa Yunani logos yang artinya pengetahuan

Jadi Ideologi mempunyai arti pengetahuan tentang gagasan gagasan, pengetahuan tentang ide-ide, science of ideas atau ajaran tentang pengertian-pengertian dasar. Dalam pengertian sehari-hari menurut Kaelan ‘idea’ disamakan artinya dengan cita cita.

Dalam perkembangannya terdapat pengertian Ideologi yang dikemukakan oleh beberapa ahli. Istilah Ideologi pertama kali dikemukakan oleh Destutt de Tracy seorang Perancis pada tahun 1796. Menurut Tracy ideologi yaitu ‘science of ideas’, suatu program yang diharapkan dapat membawa perubahan institusional dalam masyarakat Perancis

 

Sedangkan ketika kita coba merumuskan ideology yang dikaitkan dengan politik dalam hal ini definisi ideology politik saya mengambil definisi dari Christensson yaitu sebagai suatu system kepercayaan yang menjelaskan dan menjustifikasikan tatanan politik yang dipilih suatu masyarakat.

 

Adapun menurut Mirriam Budiarjo menyatakan ideologi politik adalah himpunan nilai-nilai ,ide,norma-norma kepercayaan dan keyakinan suatu Weltanschuung yang dimiliki seseorang atau sekelompok orang,atas dasar mana dia menentukan sikapnya terhadap kejadian dan problematika politik yang dihadapinya dan yang menentukan tingkah laku politiknya.

 

Menilik beberapa pengertian ideologi yang telah dikemukakan oleh banyak tokoh,saya mencoba merangkum dengan bahasa yang lebih sederhana.Yaitu ideologi diibaratkan adalah kacamata yang kita pergunakan sebagai pisau analisis dalam melihat permasalahan sosial politik masyarakat yang ada .Ideologi sebagai pisau analisis inilah yang akan menentukan kita bagaimana cara “mengidealkan” kondisi social masyarakat yang tidak ideal sesuai dengan konsep berpikir ideologi yang kita anut.Ideologi bagi saya adalah berbicara tentang metode dan juga tujuan.

 

Gerakan mahasiswa non ideologi

 

Lalu mari sekarang kita coba menilik kepada konteks kekinian yang terjadi pada KAMMI UNS.Karakteristik seperti apa yang terjadi pada kader KAMMI yang ada di UNS pada saat ini ?

 

Jika kita mencoba membagi karakteristik masyarakat dunia nyata setidaknya ada dua tipikal masyarakat ,yaitu masyarakat ideologis dan juga masyarakat rasionalis pragmatis.Masyarakat ideologis ketika berhadapan dengan peristiwa sosial politik ,yaitu akan menggunakan kacamata nya ,yaitu ideologi untuk menentukan sikap dan membuat tindakan sesuai dengan ideologinya.Sedangkan di lain sisi masyarakat rasional pragmatis (non ideologi) adalah masyarakat yang menggunakan kacamata yang tak tetap  dalam menganalisis masalah social politik,dan mengkontekstual serta bersifat temporer.

 

Lalu ternyata gambaran masyarakat kampus juga tak jauh berbeda dengan masyarakat dunia nyata.Masyarakat Ideologis yang ada di kampus inilah yang direpresentasikan  oleh mahasiswa pergerakan organisasi eksternal .Sedangkan masyarakat rasionalis pragmatis adalah masyarakat kampus yang direpresentasikan dengan mahasiswa non organisasi eksternal

 

Saat ini di tengah persaingan ideologi dalam percaturan dinamika kampus,kita melihat munculnya gerakan politik non organisasi eksternal (non ideologi ) yang mencoba turut mewarnai dinamika kampus yang ada pada saat ini.Gerakan mahasiswa non ideologi inilah yang mencoba menawarkan opini opini bahwa ideologi tidaklah penting.Gerakan politik non ideologi inilah yang tak memiliki tujuan visi misi yang jelas.Mengapa saya sebut tak memiliki tujuan yang tidak jelas?karena gerakan ini lahir berdasarkan akumulasi insiden-insiden yang bersifat emosional (by accident) ,bukan dari konsep pemikiran matang seperti ideologi ideologi yang ada ,dimana memiliki visi misi jangka panjang.

 

Berbicara lebih mendalam terkait gerakan mahasiswa non ideologi ini lalu yang menjadi pertanyaan apakah ada hubungannnya dengan kondisi Kader Kammi yang ada pada saat ini ?Ternyata ada.Yaitu beberapa kader KAMMI terjebak pada logika berpikir non ideologi ,padahal jelas sebagai kader KAMMI,kita seharusnya memiliki kacamata sendiri yang permanen dalam memandang suatu permasalahan sosial politik yaitu kacamata tarbiyah.

 

Ketika kita coba mengurai KAMMI dan ideologinya,telah jelas bahwa KAMMI meski tak tertulis jelas secara langsung di visi misi dan kredo gerakan KAMMI,      ideologi yang coba kita jalankan dalam tataran praktis saat ini adalah IM atau tarbiyah, (sebutan yang umum di Indonesia).Otomatis idealnya ketika kita sebagai kader KAMMI yang harus kita tekankan adalah kejelasan penggunaan kacamata pandang dalam melakukan analisis sosial politik.Yakni kita menggunakan kacamata system tarbiyah dalam memandang permasalahan sosial politik, bukan justru memakai kacamata system lain (kacamata non Ideologi).

 

Saat ini gejala yang terjadi di beberapa kader KAMMI yaitu adalah terjadi kekaburan identitas, atau bahkan terjadi dualisme identitas sebagai kader KAMMI.Yakni dikarenakan memakai kacamata analisis lebih dari satu dalam melakukan analisis social politik.Yaitu terkadang memakai kacamata ideologis ,terkadang memakai kacamata non ideologis.Akhirnya kita mendapati kasus dimana Kader KAMMI yang terkadang menjadi ideologis di suatu waktu ,tapi terkadang di waktu yang lain menjadi rasionalis pragmatis (non ideologis ) ketika dalam menentukan sikap politiknya.

 

Perubahan yang salah metode

 

Mencoba melihat secara lebih mendalam kenapa fenomena ini terjadi,analisis saya terkait masalah ini yaitu disebabkan karena beberapa kader belum bisa membedakan konsep ideologi sebagai sebuah sistem yang umum dan menyeluruh yang dijadikan sebagai alat perjuangan dan ideologi sebagai sebuah konteks kasuistik.

 

Konsep ideologi sebagai sebuah sistem yang umum dan menyeluruh maksudnya adalah kita harus memandang ideologi sebagai suatu bangunan konsep yang berfungsi sebagai alat dan juga metode untuk melakukan perjuangan . Yaitu dimana obyek yang hendak diubah adalah realitas sosial masyarakat,sedangkan alat pengubahnya adalah dengan memakai ideologi itu sendiri . Analoginya saya umpamakan  seperti sebuah pisau yang berfungsi  untuk memotong buah dan juga sayuran.Dimana sayur dan buah adalah obyeknya.Sedangkan alat pemotongnya adalah pisau tersebut.

 

Sedangkan Konsep ideology sebagai konteks kasuistik adalah maksudnya adalah  kondisi-kondisi yang terjadi dalam proses keberjalanan ideologi itu sendiri .Dalam proses keberjalanan ideologi akan ada dua kemungkinan yang terjadi ,proses keberjalanan ideologi berjalan ideal dan proses keberjalanan ideologi berjalan tidak ideal.Proses keberjalanan ideologi yang berjalan tidak ideal , analoginya sama seperti ketika pisau yang seharusnya digunakan untuk memotong buah dan sayuran ,tetapi malah digunakan untuk menusuk dan melukai seseorang. Pisau nya tak salah,tetapi kesalahan terjadi pada orang yang menggunakan pisau tersebut.

 

Disinilah maksud saya,kader KAMMI yang mengalami (entah sadar atau tak sadar) dualisme identitas mengalami apa yang disebut sebagai logika sesat (fallacy). Yaitu memakai dua kacamata analisis (kacamata tarbiyah dan kacamata non ideologis) dalam melakukan analisis dalam menghadapi masalah social politik .Alasan yang biasa dikemukakan oleh kader KAMMI yang mengidap dualisme identitas adalah dengan memakai pembenaran kesalahan kasuistik.Perlu saya tekankan bahwa kesalahan kasuistik tak bisa dijadikan alasan untuk mengganti atau bahkan menggunakan dua kacamata sekaligus dalam memandang permasalahan sosial politik.Analogi nya seperti yaitu ketika kita mendapati pisau yang seharusnya untuk memotong sayur dan buah tetapi justru digunakan untuk menusuk seseorang.Ketika kita tahu tujuan kita adalah memotong sayur dan buah tentu kita tak mengganti alat pemotong yaitu pisau dengan sendok bukan ? Sendok sebagai alat sampai kapanpun tak akan pernah berhasil sempurna untuk memotong sayur dan buah.Justru yang kita lakukan adalah melakukan perbaikan di sisi orang yang memegang pisau tersebut .Agar orang tersebut tak menggunakan pisau itu untuk melukai seseorang.

 

Epilog

Pada akhirnya kita harus membuka kesadaran diri kita akan identitas diri kita sendiri,bahwasanya sudahkah kita mengenal KAMMI secara mendalam atau belum? Ketika kita saat ini yang mengaku kader KAMMI tak kenal dengan identitasnya sendiri,otomatis menjadi masuk akal adanya ,kalau beberapa orang kader KAMMI masih terjebak pada dualisme identitas dikarenakan tak mengenal identitasnya secara utuh.Akhirnya yang terjadi  yaitu secara “baju” ideologis tapi secara pemikiran adalah non ideologis.

 

Kita tentunya sebagai kader KAMMI tak ingin  bangunan ideologi kita dirusak oleh orang-orang non ideologis yang sekarang pada saat ini sudah mulai menunjukkan gerakannya di kampus kita.Saya tekankan,Gerakan mahasiswa non ideologis adalah variabel berbeda,sama seperti organisasi eksternal lainnya diluar KAMMI dan bukan bagian dari KAMMI.Jadi menjadi tidak tepat ketika logika-logika non Ideologis hendak dimasukkan ke dalam tubuh KAMMI.

 

Harapannya saya dengan PR KAMMI yang masih banyak dan belum selesai dituntaskan , momentum saat ini adalah tepat untuk KAMMI agar lebih galak lagi dalam membuka diskursus intelektual yang saat ini terasa kering di tubuh KAMMI.Fenomena ini sebenarnya adalah gambaran fatal dari pemahaman yang salah  akan konsep ideologi,dan menunjukkan kepada kita betapa keringnya intelektualitas kita saat ini.Dan kesalahan metode berpikir yang terjadi saat ini hanya bisa diselesaikan dengan forum forum diskusi yang ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan dalam konteks keilmuan.Harapannya dualisme identitas yang menjangkiti beberapa kader KAMMI tidak mewabah lebih luas dan dapat ditangani secara tepat dan cepat.Semoga saja.

 

 

Categories: Ideologi | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com. The Adventure Journal Theme.

KAMMI Komisariat Djuanda

"Sejarah telah membuktikan peranan pemuda atau mahasiswa begitu penting dalam menggagas sebuah perubahan dalam suatu negara"

prof. alqaan

berkarya dan berbagi

Live to Write - Write to Live

Professional writers talk about the craft and business of writing

The Thesis Whisperer

Just like the horse whisperer - but with more pages

KAMMI MADANI

Terus Berkarya dan Menginspirasi

KAMMI Komisariat UGM

KAMMI Komisariat UGM adalah Gerakan yang Memegang Teguh Asas Islam dan Kerakyatan. Menolak Penindasan Manusia atas Manusia!

Life Fire

Man Jadda Wajada | Dreams will be achieved when we truly believe in our heart ˆ⌣ˆ

Perindu Doa Rabithah

Terkadang Melalui Dosa Kita Bisa Dewasa. Dewasa Menuju Pada Sebuah Kebaikan. Karena Kebaikan adalah Sebuah Proses Panjang yang Tak Bisa Kita Nilai Atas Apa yang Dilihat Hari ini

REKAYASA PERGERAKAN

Bergerak, Menginspirasi Selamanya

Rumus Kehidupan

Terinspirasi dan Menginspirasi dengan Ikhlas, just for ALLAH

Refleksi Panggilan Jiwa

Mari Kita Buat Indonesia Tersenyum

Jurnal KAMMI Kultural

Referensi Pemikiran dan Ideologi KAMMI ::: POST-TARBIYAH ::: Corong Pembaharuan Gerakan Muda Islam Indonesia

Verba Volant, Scripta Manent

Berhati-hatilah terhadap asumsi, terkadang ia melukai hati, mematikan silaturahim

Alikta Hasnah Safitri

Menghaluskan Rasa, Menajamkan Pikir

WordPress.com News

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: