PANCASILA – IS NEGARAWAN ?

Masih melekat dalam benak kita 47 tahun silam kekejaman PKI membantai enam jenderal tanpa alasan yang jelas. Kudeta yang dilakukan PKI sebagai usaha mengubah unsur Pancasila menjadi ideologi komunis. Sebagai nilai luhur bangsa yang dijadikan dasar Negara sejak kemerdekaan Indonesia digelorakan tahun 1945 maka Pancasila tidak bisa begitu saja dirubah menjadi ideologi yang tidak sesuai dengan kepribadian pribumi Indonesia. Dan dengan Pancasila inilah mampu mempersatukan elemen bangsa Indonesia sehingga ideology Pancasila dapat dipertahankan saat itu.

Namun seolah sia- sia perjuangan founding fathers Indonesia yang sangat gigih mempertahankan keutuhan Indonesia ini dengan munculnya berbagai macam permasalahan yang tak kunjung usai sampai saat ini. Kemerdekaan ternoda dengan kasus – kasus korupsi, kolusi, nepotisme dan segudang permasalahan lain yang barangkali belum atau bahkan tidak akan diungkap oleh elit berkepentingan. Ditengah kebobrokan Indonesia ini masih adakah yang masih setia dengan ideology Pancasilanya?

Di zaman globalisasi yang semakin tidak menentu, perkembangan berbagai ideology merasuki seluruh elemen masyarakat dengan system demokrasi yang dianut Indonesia. Berbagai macam ideology yang masuk ke indonesia menjadi hal biasa yang tanpa disadari sedikit demi sedikit akan menggerus orisinalitas ideologi Indonesia. Masyarakat mengartikan Pancasila hanya sebatas hafalan saat masih duduk disekolah dasar, bahkan yang lebih buruk ada yang sampai bangku kuliah mereka tidak dapat menghafal lima saja butir – butir dari pancasila. Hal ini menjadi sangat ironis bahkan memalukan generasi masa kini.

Berbagai paradox baru muncul seiring dengan kondisi pemerintahan Indonesia. Sebab mau tidak mau paradox ini akan muncul dari setiap hasil kebijakan – kebijakan yang dikeluarkan pemerintah. Seperti diungkapkan sebelumnya bahwa kemurnian nilai Pancasila telah ternodai oleh berbagai kasus, maka berbagai paradox pun meleburkan keutuhan nilai dari tiap butir – butir Pancasila yang sesungguhnya.

Dalam salah satu unsur perjuangan KAMMI yaitu bina’  al-qo’idah  al-siyasiyah  (membangun  basis  kebijakan),  yang berarti  membangun  kader ideolog sebagai penentu arah geraknya berdasarkan situasi dan kondisi yang berkembang. Maka kader KAMMI bertanggungjawab akan eksistensi pengamalan nilai – nilai ideology kadernya sebagai warga Negara Indonesia yang  mengenal istilah Bhineka Tunggal Ika, walau berbeda – beda namun tetap satu jua yang tertuang dalam Pancasila. Merekonstruksi ulang berbagai paradoks yang berlawanan dengan nilai Pancasila yang sesungguhnya. Semua bertujuan agar kader KAMMI tidak termakan paradox dan tetap menjaga kemurnian ideologinya dalam mencapai visinya sebagai Pemimpin Negarawan.

Mimpi yang besar kiranya juga perlu diimbangi dengan kemampuan membangun kapasitas personal. Ditengah permisivisme moral yang sekarang ini nyaris meminggirkan sila Ketuhanan Yang Maha Esa. Bagaimana dengan Indeks Pembangunan Manusia dan penjagaan HAM yang lecehkan sila Kemanusiaan yang adil dan beradab. Belum lagi realitas yang paradoks dengan sila Persatuan, Permusyawaratan, dan Keadilan Sosial, sudah seharusnya kader KAMMI terus menjaga ideologinya dan meningkatkan kapasitasnya sebagai Muslim Negarawan.

Pada akhirnya mari kita mengevaluasi bersama kondisi diri kita masih utuhkah ideology kita sebagai kader KAMMI? Dan mari lihat Indonesia kita saat ini. Berlomba – lombalah dalam kebaikan dengan berkontribusi sebaik mungkin untuk membangun Indonesia menjadi bangsa yang selalu lebih baik dari masa ke masa. Tanggal 1 Oktober sebagai hari Kesaktian Pancasila hendaknya bisa menjadi momentum kita bersama untuk memperbaiki komitmen dan mengevaluasi diri kita selalu. Wallahua’lam.

Oleh : Suryanto

(Kabid SOSMA KAMMI SHOLAHUDDIN AL AYYUBI UNS 1433 H)

Categories: Nasional, Negarawan | Tags: , | 1 Komentar

Navigasi pos

One thought on “PANCASILA – IS NEGARAWAN ?

  1. nurani muslim negarawan vs nalar politisi🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

KAMMI Komisariat Djuanda

"Sejarah telah membuktikan peranan pemuda atau mahasiswa begitu penting dalam menggagas sebuah perubahan dalam suatu negara"

alqaan ilmi

kumpulan catatan kehidupan

Live to Write - Write to Live

We live to write and write to live ... professional writers talk about the craft and business of writing

The Thesis Whisperer

Just like the horse whisperer - but with more pages

KAMMI MADANI

Terus Berkarya dan Menginspirasi

KAMMI Komisariat UGM

KAMMI Komisariat UGM adalah Gerakan yang Memegang Teguh Asas Islam dan Kerakyatan. Menolak Penindasan Manusia atas Manusia!

Life Fire

Man Jadda Wajada | Dreams will be achieved when we truly believe in our heart ˆ⌣ˆ

Perindu Doa Rabithah

Terkadang Melalui Dosa Kita Bisa Dewasa. Dewasa Menuju Pada Sebuah Kebaikan. Karena Kebaikan adalah Sebuah Proses Panjang yang Tak Bisa Kita Nilai Atas Apa yang Dilihat Hari ini

REKAYASA PERGERAKAN

Bergerak, Menginspirasi Selamanya

Rumus Kehidupan

Terinspirasi dan Menginspirasi dengan Ikhlas, just for ALLAH

Refleksi Panggilan Jiwa

Mari Kita Buat Indonesia Tersenyum

Jurnal KAMMI Kultural

Referensi Pemikiran dan Ideologi KAMMI ::: POST-TARBIYAH ::: Corong Pembaharuan Gerakan Muda Islam Indonesia

Verba Volant, Scripta Manent

Berhati-hatilah terhadap asumsi, terkadang ia melukai hati, mematikan silaturahim

Alikta Hasnah Safitri

Menghaluskan Rasa, Menajamkan Pikir

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d blogger menyukai ini: