KAMMI DAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN

Isu kesetaraan gender kini kembali mencuat seiring dengan pembahasan RUU kesetaraan dan keadilan gender (KKG). Dalam konfrensi CEDAW yang kemudian diratifikasi menjadi UU NO 8 tahun 2008, pemerintah Indnesia berkomitmen untuk menjadikan pengarusutamaan Gender dalam segala aspek pembangunan. Untuk memdukung terwujudnya pembangunan berwawasan gender tersebut pemerintah mengeluarkan Permendagri Nomor 15 tahun 2008 menegaskan agar setiap daerah mengembangkan kebijakan-kebijakan, program, maupun kegiatan pembangunan yang beresponsif gender. Mengundangkan KKG meerupakan langkah yang diambil untuk melegitimasi pelaksanaan pembangunan berwawasan gender. Keadilan dan kesetaraan gender belum begitu membumi ditengah-tengah masyarakat, masih banyak dari mereka yang salah dalam memakanai gender. Berangkat dari kondisi tersebut pelaksanaan  gender dalam pembangunan mengalami polemik, banyak fihak yang kontra maupun yang pro. Sama halnya dengan pembahasan RUU KKG ini banyak aktifis Islam yang berbondong-bondong untuk melakukan penolakan, dengan berbagai dalil dan alasan. Melihat kondisi yang seperti ini lantas bagaimana sikap KAMMI sebagai organisasi Islam yang didominasi generasi muda dari kelompok intelektual, apakah akan menolak atau mendukung…?

KAMMI di usianya yang hampir dua dekade ini sudah semestinya membumikan gerakanya kedalam masyarakat, hal ini menjadi mutlak untuk dilaksanakan jika KAMMI ingin mentrasformasikan gerakanya dalam kontek ke Indonesiaan. Gerakan dakwah muslimah KAMMI semestinya mampu bersinergi dengan gerakan perempuan lain dalam menyikapi isu-isu Universal tentang perempuan. Dalam kondisi ini KAMMI memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi motor penggerak perjuangan perempuan di Indonesia bahkan didunia Islam. Untuk menuju kesana kader KAMMI harus memiliki kompetensi dasar  terlebih dahulu, sehingga di medan juang nantinya tidak terseret oleh arus. Kompetensi kompetensi tersebut diantaranya :

1. Pembinaan Kader

Pembinanaan ini merupakan hal yang sangat mutlak diperlukan dalam mencetak seorang kader. Yang menjadi titik tekan dalam pembinaan ini adalah bagaimana para muslimah mampu mendidik keluarganya untuk menjadi keluarga yang menegakkan Islam.  Peranan ini sangatlah strategis dalam gerakan perempuan sebab masih banyak para perempuan di negeri ini yang terkotak dalam budaya patriarki. “perempuan tak perlu bersekolah tinggi, tak perlu pinter” paradigma seperti itu masih banyak di masyarakat unk itu perlu dirubah, mereka harus disadarkan. Seorang ibu mempunyai peran yang sangat besar dikeluarga dalam mendidik anak-anaknya. Bagaimana mungkin akan terlahir sebuah generasi yang hebat, cerdas bila ibu nya tidak memiliki pengetahuan yang luas. Ingat seorang pemimpin yang besar lahir dari rahim seorang ibu yang luar biasa, memiliki pengetahuan yang luas dan visioner.

2. Pengembangan pemikiran

KAMMI tampil sebagai gerakan intelektual untuk menyelesaikan permasalahan dalam masyarakat, wajib melakukan kajian-kajian masalah perempuan, bagaimana menyelesaikan permasalahanya. Tentunya dalam hal ini kajian-kajian yang KAMMI lakukan haruslah berdasar pada al Quran, hadist, siroh, dan ijtihad para ulama. Dalam melakuakan gerakan pembebasan perempuan KAMMI haruslah mempunyai ideologi dan konsep yang jelas agar tidak terseret oleh ideologi gerakan lain yang lebih ekstrim, baik kiri maupun kanan. Secara teknis kajian-kajian yang dapat dilakukan bisa perempuan dalam politik, hak-hak perempuan dalam kesehatan, pendidikan dan masih banyak lagi yang bisa dibahas. Sekali lagi KAMMI harus memiliki konseptualisasi kesetraan dan keadilan gender yang jelas berdasarkan Al-Quran, hadist, siroh dan ijtihad para ulama, hal ini sangat diperlukan untuk berkomunikasi dengan gerakan pemikiran gender yang lain sehingga gerakan-gerakan yang dilakukan bukan hanya sangkalan dari pemikiran para Feminis.

3. Penyebaran pemikiran (nasyru al –fikroh)

Kajian kajan dan hasil pemikiran KAMMI tentang konsep gender perlu di sebarkan ditengan tengah masyarakat agar mereka menjadi tau. Semakin banyak mereka yang tau akan semakin banyak dukungan dalam memperjuangkan gerakan ini. Disamping itu sebuah gagasan perlu untuk di uji seberapa efektif untuk menyelesaikan suatu persoalan, dan seberapa luas konsep tersebut diterima sebagai sebuah kebenaran.

4. Advokasi masalah masalah perempuan

Sebuah ide, gagasan akan menjadi sebuah angan-angan yang jauh nun disana jika tidak dibarengi langkah tuk menggapainya. Untuk itu sebuah advokasi sangat diperlukan. advokasi dalam hal ini dapat dilakukan seara langsung maupun advokasi kebijakan. Yang secara langsung misal nya KAMMI terlibat secara langsung dalam pembinaan PSK, penanganan perdagangan perempuan, kesehatan ibu dan anak dan masih banyak lagi yang bisa dilakukan.  Dalam advokasi kebijakan, KAMMI dengan kekuatan dan mobilitasnya diarahkan untuk mendorong sebuah kebijakan yang responsif gender. Hal-hal seperti ini perlu dilakukan KAMMI untuk mengakarkan gerakanya dan membuktikan bahwa gerakan yang dilakukan adalah kongret.

5. Pemberdayaan perempuan

Hal yang harus dilakukan setelah empat hal diatas adalah membuat para perempuan berdaya untuk membuktikan bahwa gerakan yang KAMMI lakukan benar benar nyata. Perempuan memiliki peranan yang signifikan dalam keluarga untuk menopang perekonomian terlebih lagi pada keluarga miskin. Untuk itu kemandirian perempuan merupakan kan yang perlu untuk dipersiapkan, sebab disadari atau tidak tak selamanya disamping seorang wanita senantiasa ada laki-laki yang akan mencukupi kebutuhanya. Bila kita mau membuka mata diluar sana masih banyak para wanita yang melakukan kegiatan menyimpang guna mencukupi kebutuhanya. Karena sudah didak punya cara lain dan tak punya ketrampilan yang dipunya hanyalah yang ada pada dirinya, seorang ibu terpaksa menjadi PSK untuk membelikan obat suaminya, membiayar sekolah anak-nakanknya, dan masih banyak kisah memilukan yang lain. Melihat kondisi yang seperti ini KAMMI mempunyai peran untuk mencarikan solusinya. Dengan pemikiran dan jaringanya KAMMI harus mampu memdorong terwujudnya pemberdayaan perempuan. Secara teknis hal yang bisa dilakukan KAMMI adalah memberikan pelatihan-pelatihan ketrampilan, melakuka pendampingan, pemberian motivasi dan juga menghubungkanya dengan fihak-fihak yang yang terkait.  Dengan pemberdayaan ini perempuan yang seharian disibukan dengan urusan rumah juga mampu berkarya dan membantu menopang perekonomian keluarga hingga terbentuk keluarga Islami.

Referensi :

  1. Mansour Fakih.1999. Analisis Gender dan Tranformasi Sosial. Yogyakarta: pustaka pelajar
  2. Sri Samiatri Tarjana, dkk. 2011. Pergeseran Paradigma Pembangunan Pemberdayaan Perempuan menuju Pengarusutamaan Gender. Solo: CakraBooks
  3. Amin Sudarsono. Ijtihad Membangun Basis Gerakan. Jakarta: Muda Cendekia
Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

KAMMI Komisariat Djuanda

"Sejarah telah membuktikan peranan pemuda atau mahasiswa begitu penting dalam menggagas sebuah perubahan dalam suatu negara"

alqaan ilmi

kumpulan catatan kehidupan

Live to Write - Write to Live

We live to write and write to live ... professional writers talk about the craft and business of writing

The Thesis Whisperer

Just like the horse whisperer - but with more pages

KAMMI MADANI

Terus Berkarya dan Menginspirasi

KAMMI Komisariat UGM

KAMMI Komisariat UGM adalah Gerakan yang Memegang Teguh Asas Islam dan Kerakyatan. Menolak Penindasan Manusia atas Manusia!

Life Fire

Man Jadda Wajada | Dreams will be achieved when we truly believe in our heart ˆ⌣ˆ

Perindu Doa Rabithah

Terkadang Melalui Dosa Kita Bisa Dewasa. Dewasa Menuju Pada Sebuah Kebaikan. Karena Kebaikan adalah Sebuah Proses Panjang yang Tak Bisa Kita Nilai Atas Apa yang Dilihat Hari ini

REKAYASA PERGERAKAN

Bergerak, Menginspirasi Selamanya

Rumus Kehidupan

Terinspirasi dan Menginspirasi dengan Ikhlas, just for ALLAH

Refleksi Panggilan Jiwa

Mari Kita Buat Indonesia Tersenyum

Jurnal KAMMI Kultural

Referensi Pemikiran dan Ideologi KAMMI ::: POST-TARBIYAH ::: Corong Pembaharuan Gerakan Muda Islam Indonesia

Verba Volant, Scripta Manent

Berhati-hatilah terhadap asumsi, terkadang ia melukai hati, mematikan silaturahim

Alikta Hasnah Safitri

Menghaluskan Rasa, Menajamkan Pikir

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d blogger menyukai ini: