OBROLAN SEKOLAH REKAYASA PERADABAN

Siang itu udara sangat panas, matahari bersinar dengan terik, hampir tidak ada sedikitpun awan dilangit,  mungkin sebagian pemuda lebih suka melewatinya dengan tidur dikos dengan musiknya, atau minum es kelapa muda ditepi sungai bersama sang pujaan hati, hal yang berbeda kini kutemukan pada diri para pemuda/i perserta sekolah rekayasa peradaban KAMMI 2012. Semangat yang membara mengalahkan panasnya terik matahari, menomor duakan tugas-tugas yang menanti dibuku catatanya, sunguh ini pemuda yang memang tidak salah ikut sekolah rekayasa perdaban, KAMMI patut berbangga kepadanya. Pada pertemuan  yang kesekian ini kita mencoba mencari suasana yang berbeda dari pertemuan sebelumnya, yang biasanya kita berada di dalam ruangan kini kita berada taman terbuka, di bawah pohon rindang yang disejukan dengan semilirnya hembusan anggin, beberapa anak burung pun membersamai sekolah ini.

Para peserta yang dulunya hanya mendapakan teori-teori  peradaban Islam hingga penegakan syariat Islam di Indonesia kini mereka benar-benar dihadapkan dengan kondisi nyata pergulatan politik di Indonesia, diuji seberapa jauh kepahaman mereka tentang indonesia, dan bagaiman menegakan syariat islam di dalamnya  yang bukan hanya secara label saja. Pada pertemuan ini topik yang menjadi obrolan adalah RUU KKG yang sekarang sedang menjadi pembahsan di DPR RI. Permasalahan gender hingga sampai saat ini masih menjadi topik yang sangat menarik untuk di diskusikan apalagi dikorelasikan dengan usaha penegakan syariat Islam di Indonesia ditambah lagi sekarang ini sedang menjadi salah satu agenda pembahasan yang menanti disahkan menjadi UU KKG. Mungkin energi ini yang membakar semangat  para kader untuk meluangkan waktu datang kesekolah ICES, serta  semangat mereka untuk menegakan syariat Islam di Indonesia.

Dalam sekolah ini para pengelola menghadirkan gerakan-gerakan Islam di solo setingkat komisariat UNS diantaranya: IMM, PMI, GP, HMI FISIP, MP dan perwakilan dari KAMMI sendiri. sebelum memulai obrolan RUU KKG terlebih dahulu mereka diminta untuk menjelaskan terkait karak teristik gerakan mereka secara singkat baru selanjutnya mengenai tanggapan mereka mengenai RUU KKG, selama kurang lebih satu jam masing-masing gerakan memaparkan hasil kajianya baik secara personal maupun kelembagaan. paraperserta nampak menikmati sajian dikusinya dengan pembawaan yang santai meski sedikit formal. Beberapa perserta ada yang ngakak-ngakak, bingung, terharu, mendengar pemaparan dari masing-masing gerakan.  Diawal fasilitator menginginkan adanya kesepakatan bersama terkait RUU ini setelah diskusi, namun hingga acara selesai namapaknya hasil nya masih jauh dari apa yang diharapkan sebab pisau analisis yang digunakan berbeda-beda. Ada gerakan yang  tegas mengakatan menolak sebab bertentangan dengan Al Quran, ada yang mengatakan sejauh ini belum menemukan permasalahan yang subtansial dalam RUU itu, ada pula yang mengatakan kalau emang baik ya kita dukung serta ditambahkan misal ada yang kurang.

Menolak atau menerima RUU KKG sangatlah mudah bila kita memahami konsep gender yang dimaksudkan, dan latar belakang munculnya RUU itu. sehingga penerimaan atau penolakan yang kita lakukan mempunyai dasar yang kuat dan bisa diterima publik. Jadi penolakan yang kita lakukan bukan karena RUU ini yang mengusulkan feminis, dan fahan-fahan dari barat, atau hanya sebuah ketakutan ketakutan-ketakutan yang belum tentu benar adanya. Untuk itu perlu pembahasan yang panjang lebar dulu sebelum menyatakan sikap,kita pahami lagi konsep gender, keadilan dan kesetaraan yang dimaksud itu seperti apa.

Hingga saat ini masih terjadi ketidak jelasan mengenai pengertian gender dalam masyarakat. Ada sebagian masyarakat yang mengangap bahwa membicarakan gender sama halnya membicarakan perempuan dan hanya cocok dilakukan perempuan, ada pula yang membuat pernyataan seharusnya yang banyak mengkaji gender adalah laki-laki supaya tidak melakukan penindasan terhadap perempuan.  Sebagian masyarakat lain masih mengangap gender merupakan emansipasi perempuan yang mengupayakan pembebasan dari ketertindasan laki-laki, atau menuntut disamakan dengan laki-laki, sehingga harus ditentang. Bahkan tidak sedikit dari perempuan yang ikut untuk menentang nya. Sebagian masyakat yang lain lagi masih merancukan antara pengertian gender dengan jenis kelamin atau sex.

Secara umum gender dapat diartikan sebagai perbedaan peran, kedudukan, dan sifat yang melekat dalam diri laki laki dan perempuan melalui kontruksi sosial budaya, dan bukan bawaan sejak lahir. Sedangkan jenis kelamin (sex) merupakan pensifatan atau pembagian dua jenis kelamin manusia yang ditentukan secara biologis yang melekat pada jenis kelamin tertentu dan merupakan bawaan sejak lahir. Konsep gender menurut mansur fakih gender merupakan satu sifat yang melekat pada kaum laki-laki maupun perempuan yang dikontruksi secara kultural maupun kultural. Sedangkan menurut Khoffifah Indar Parawansa :  “konsep jender adalah suatu sifat yang melekat baik pada laki-laki maupun perempuan yang dikonstruksi atau dibentuk secara sosial maupun kultural dengan akibat terjalinnya hubungan sosial yang membedakan fungsi, peran, dan tanggung jawab kedua jenis kelamin itu.  Jender bukanlah kodrat atau ketentuan Tuhan dan karenanya berkaitan dengan proses keyakinan tentang bagaimana seharusnya laki-laki dan perempuan diharapkan untuk bersikap, bertindak, dan berperan sesuai dengan ketentuan sosial dan budaya dimana mereka berasal.  Jadi jender adalah perbedaan laki-laki dan perempuan yang dibentuk, dibuat dan dikonstruksi masyarakat di pelbagai sektor kehidupan manusia”. Sebagai contoh dalam pernikahan di jawa laki-laki melamar perempuan sedangkan di luar jawa perempuan yang melamar laki-laki.

Keadilan gender yang perlu dipahami disini adil itu tdak harus sama. Bisa juga diartikan sebagai keadilan dalam memperlakukan perempuan dan laki-laki sesuai kebutuhan mereka.  Hal ini mencakup perlakuan yang setara  atau perlakuan yang berbeda tetapi diperhitungkan ekuivalen dalam hal hak, kewajiban, kepentingan  dan kesempatannya. Sedangkan kesetaraan disini adalah semua manusia (baik laki-laki maupun perempuan) bebas mengembangkan kemampuan personal mereka dan membuat pilihan-pilihan tanpa dibatasi oleh stereotype, peran gender yang kaku.  Hal ini bukan berarti bahwa perempuan dan laki-laki harus selalu sama, tetapi hak, tanggung jawab dan kesempatannya tidak dipengaruhi oleh apakah mereka dilahirkan sebagai laki-laki atau perempuan) (Unesco, 2002).  Kesetaran gender kini menjadi pengarustamaan dalam pembangunan. Kesetaraan ini dirasa akan meningkatkan kemampauan negara berkembang  dalam menanggulangi kemiskinan dan menjalankan pemerintahan secara efektif. Melakui kesetaraan akan membuat pemberdayaan laki-laki maupun perempuan untuk melepaskan diri dari jeratan rantai kemiskinan dan meningkatkan tarap hidupnya.

Matahari sudah bosan membersamai diskusi dengan perlahan  ia meninggalkan kami, perserta pun mulai gelisah dengan berat dikusi harus diakhir meski belum ada hasil yang memuaskan, dengan harap akan disambung lagi bila masih ada waktu dan kesempatan yang mempertemukan.

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

KAMMI Komisariat Djuanda

"Sejarah telah membuktikan peranan pemuda atau mahasiswa begitu penting dalam menggagas sebuah perubahan dalam suatu negara"

alqaan ilmi

kumpulan catatan kehidupan

Live to Write - Write to Live

We live to write and write to live ... professional writers talk about the craft and business of writing

The Thesis Whisperer

Just like the horse whisperer - but with more pages

KAMMI MADANI

Terus Berkarya dan Menginspirasi

KAMMI Komisariat UGM

KAMMI Komisariat UGM adalah Gerakan yang Memegang Teguh Asas Islam dan Kerakyatan. Menolak Penindasan Manusia atas Manusia!

Life Fire

Man Jadda Wajada | Dreams will be achieved when we truly believe in our heart ˆ⌣ˆ

Perindu Doa Rabithah

Terkadang Melalui Dosa Kita Bisa Dewasa. Dewasa Menuju Pada Sebuah Kebaikan. Karena Kebaikan adalah Sebuah Proses Panjang yang Tak Bisa Kita Nilai Atas Apa yang Dilihat Hari ini

REKAYASA PERGERAKAN

Bergerak, Menginspirasi Selamanya

Rumus Kehidupan

Terinspirasi dan Menginspirasi dengan Ikhlas, just for ALLAH

Refleksi Panggilan Jiwa

Mari Kita Buat Indonesia Tersenyum

Jurnal KAMMI Kultural

Referensi Pemikiran dan Ideologi KAMMI ::: POST-TARBIYAH ::: Corong Pembaharuan Gerakan Muda Islam Indonesia

Verba Volant, Scripta Manent

Berhati-hatilah terhadap asumsi, terkadang ia melukai hati, mematikan silaturahim

Alikta Hasnah Safitri

Menghaluskan Rasa, Menajamkan Pikir

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d blogger menyukai ini: