REPOSISI GERAKAN KAMMI

Oleh Hartono Andangjaya / Sekretaris Jenderal KAMMI Shollahuddin Al Ayyubi UNS

KAMMI HARI ESOK : MEMBANGUN GERAKAN KULTURAL

Ini lanjutan cerita yang aku janjikan sebelumnya tentang inspirasi  kunjungan ke komisyariat UGM dan sekitarnya.  Kiranya kurang tepat bila ada yang bilang jalan jalan kita ke kota pelajar tanpa sebuah perencanaan. Ada sekian banyak misi yang kita bawa.  Selain untuk melihat dunia luar dan jalan jalan . ada beberapa anak anak muda yang kita bawa, terutama yang akhwat.  Diantara mereka angota BAMUSKOM. Harapan besar akan perbaikan KAMMI ke depan ada dalam pundak mereka.  Meminjam istilah Cak Nur al –muhafadzatu ala al-qadim al-shalih wal-ahdzu bil jadid al-ashlah ( memelihara yang lama yang baik <tradisi> dan mengambil yang baru yang lebih baik <modernitas> ). Entah mereka sadari atau tidak. Adanya jalan jalan bersama dalam rangka memberikan inspirasi kepada mereka akan kondisi KAMMI diluar. Nuansa kulturan sebisa mungkin ingin kita hadirkan.  Belum sepenuhnya berjalan.  Ketergantungan struktural masih terlalu kuat.inilah inspirasi dari kunjungan ke kota pelajar.

 

KONSEPSI KOMISARIAT SHOLAHUDIN AL- AYYUBI DIMASA MENDATANG

Saat ini KAMMI masih memegang peranan sebagai lumbung kaderisasi siyasi kampus. Sebuah peranan yang  strategis dalam pergulatan perpolitikan kampus.  Namun ini juga bisa menjadi  bom waktu manakala KAMMI tidak segera berbenah diri. Beberpa fakultas satu persatu mulai lepas. Taring KAMMI disana juga mulai tumpul. Beberapa pengamat mengatakan KAMMI saat ini mengalami stagnasi gerakan, tidak lagi memiliki tawaran ide dan gagasan yang segar, menjadi underbow partai politik ( baca PKS ), dan tersibukan dalam agenda agenda internal.  Berkaca dari hal tersebut sudah waktunya KAMMI melakukan reposisi gerakan, menata langkah langkan kembali untuk kemenangan dakwah.  Reposisi ini mengacu pada dua hal yakni pembangunan kembali  flatform Gerakan KAMMI dan Restrukturisasi sistem. Dua hal ini mutrak untuk dilakukan sebagai kebutuhan tuntutan zaman. Zaman sudah berubah cara cara konfensional sudah mulai usang untuk dilakukan.

Pembangunan Platfrom Gerakan

Sebagai gerakan yang usianya sudah menginjak ke 16 tahun.  Hampir selama itu pula gerakan dakwah KAMMI membuat warna diperpolitikan kampus.  Ibarat manausia usia itu memasuki remaja.  Dan diusia tersebut merupakan puncak puncaknya kenakalan. Perlu adanya pengarahan kusus supaya tidak terjebak dalam keterpurukan. Begitu juga dengan KAMMI sudah sewajarnya pembangunan Platfrom Gerakan itu dirumuskan. Dalam perumusan ini sebelumnya dapat dimulai dengan konsolidasi besar-besaran mengundang seluruh kader KAMMI. Evaluasi gerakan dakwah KAMMI selama ini seperti apa dan kontibusia apa yang telah kita berikan untuk almamater kampus tercinta. Dari hal tersebut barulah dirumuskan platfrom KAMMI kedepan.  Sebuah Platfrom akan tidak ada gunanya manakala tidak titaati dan dilaksanakan. Platfrom akan mampu dilakukan manakala sebuah gerakan tidak terjebak pada Euphoria sejarah masa silam dan juga gerakan mampu menjadi pembelajar cepat.

 

Restukturisasi System KAMMI

Sebagus bagusnya platfrom tidak akan berarti manakala tidak didukung dengan sporting system yang handal. Seperti yang telah disebutkan diawal tadi bahwa KAMMI mengalami kejumudan gerakan, menjadi underbow partai politik , dan tidak lagi memiliki gagasan serta ide yang segar. Sebenarnya secara stuktur yang ada di KAMMI saat ini sudah cukup ideal hanya perlu pengotimalan saja. Humas misalnya lebih difokuskan pencitraan KAMMI dan konsolidasi antar gerakan. Pencitraan ini bisa dilakukan lewat buletin atau majalah juga jejaring sosial. Sekreatif mungkin humas harus mampu memasarkan KAMMI dengan cara yang unik dan elegan. Dalam penyajian buletin atau majalah harus membaca segmen konsumen.  Dewasa ini  gadget mulai marak dimiliki oleh mahasiswa atau kaum kaum integensia. Disilah menjadi peluang  kita bisa menjalankan publikasi dengan biaya sangat kecil tapi hasilnya menakjubkan.

 

 

Buletin / Majalah komisariat

Menjawab tuntutan zaman namapaknya buletin / majalah komisariat perlu dimodifikasi dengan bentuk yang berbeda, e-buletin/ e-majalah. Dengan begitu mempermudah pendistribusian. Dan juga mempermuda para konsumen dimanapun berada untuk mendapatkan dengan mudah.  Hanya saja disini yang harus diperhatikan kemasan/ layout yang menarik dan juga tema tema yang diangkat juga tidak kalah menariknya sesuai dengan segmen yang akan dibidik tanpa mengesampingkan kekhasan KAMMI.

 

Membangun gerakan kultural

Gerakan KAMMI sudah tidak menarik bila selalu menjadi gerakan elitis. Sudah saat nya menlakukan transformasi menjadi gerakan kultural. Dengan gerakan ini mempermudah KAMMI untuk diterima disemua lini. Serta mempermudah dalam menerjemahkan agenda agenda yang bersifat politis kemasyarakat dalam segala lapisan. Pola hubungan dengan gerakan-gerakan lain tidak semata mata bersifat struktural, pola-pola kultural juga harus mulai dipupuk. Dengan sifat kultural akan semakin mendekatkan dan mempermudah dalam penyelarasasan gerakan.

 

 

KAMMI menjadi underbow partai politik

Wacana KAMMI menjadi underbow partai politik (baca PKS) bagi kader kader baru ini menjadi permaslahan tersendiri. Pun juga bagi sebagian kader lama. Memang tidak salah bila muncul wacana seperti itu. Selain latar belakang sejarah, juga kedekatan ideologi antara KAMMI dan PKS itu sendiri. Hal ini menjadi kurang tepat manakala KAMMI membenarkan atau menolak. Biasa saja terserah publik mau bilang apa. Yang jelas didalam paradigma gerakan sudah cukup jelas hubungan KAMMI dengan pemerintah maupun partai politik. Ada yang lebih strategis yang dapat di lakukan dari pada memperdebatkan hubungan PKS. Pembentukan lokus lokus ke kopetensi sudah mulai untuk dilakukan diataranya: Gerakan KAMMI Mengajar untuk mewadahi mahasiswa yang tertarik dalam dunia pendidikan, Komunitas Dokter KAMMI, Himpunan pengusaha KAMMI, KAMMI bertani, Budayawan KAMMI.

 

Lokus tersebut bersifat terbuka. Semua Mahasiswa boleh ikut bergabung, baik yang muslim maupun non muslim. Dari lokus lokus itulah mereka mulai dikenalkan tentang KAMMI. Namun tidak ada paksaan untuk bergabung menjadi anggota KAMMI. Lokus lokus tersebut juga sebagai sarana untuk membangun basis kultural. Disamping itu akan mempermudah KAMMI mentransformasikan Gerakan politik menjadi gerakan kultural ke tengan masyarakat. Deangan begitu keberadaan KAMMI benar benar mampu menjadi solusi ditengah tengah permasalahan yang menghimpit rakyat. Disaat KAMMI banyak membuka sayap dan semakin terbuka maka publik dengan sedirinya akan kesulitan mengatakan KAMMI sebagai underbow partai politik (baca PKS)

 

 

 Stagnasi gerakan / kejumudan intelektual

Secara stuktur komisariat saat ini sudah menyadari ada haltersebut maka dibentuklah bidang kebijakan publik dan kajian strategis. KP yang di predikasikan akan mampu membuka ruang ruang diskusi terkait isu isu kebangsan baik dalam tataran lokal, nasional maupun Internasional (baca Dunia Islam). Dengan begitu akan menopang gerakan gerakan yang ada di tubuh KAMMI. Punjuga akan mampu memberikan tawaran tawaran ide / gagasan gerakan yang segar. KAMMI akan kembali menjadi trendsetter gerakan bukan menjadi sebuah mimpi.

Sedangkan untuk kastrat yang akan mem back up masalah kajian kajian pemikiran. Sebuah peradaban akan berkembang pesat manakala banyak para pemikir nya begitupun dengan gerakan. Di Solo sendiri kajian kajian  POSMO mungkin masih tabu untuk dilakukan di tubuh KAMMI. Gak tau karena apa namun harus segera dilakukan supaya tidak terlalu jauh tertinggal. Setiap diskusi yang kammi lakukan haruslah terdokumentasikan dan jauh jauh hari orang yang ingin ikut diwajibkan membuat sebuah tulisan. Hal ini haus dipaksakan kepada kader kader KAMMI tuk membangun tradisi keilmuan. Dengan adanya proses Membaca berfikir dan menulis akan menghasilkan sebuah ilmu. Dan dengan ilmu manusia mampu memimpin peradaban.

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

KAMMI Komisariat Djuanda

"Sejarah telah membuktikan peranan pemuda atau mahasiswa begitu penting dalam menggagas sebuah perubahan dalam suatu negara"

alqaan ilmi

kumpulan catatan kehidupan

Live to Write - Write to Live

We live to write and write to live ... professional writers talk about the craft and business of writing

The Thesis Whisperer

Just like the horse whisperer - but with more pages

KAMMI MADANI

Terus Berkarya dan Menginspirasi

KAMMI Komisariat UGM

KAMMI Komisariat UGM adalah Gerakan yang Memegang Teguh Asas Islam dan Kerakyatan. Menolak Penindasan Manusia atas Manusia!

Life Fire

Man Jadda Wajada | Dreams will be achieved when we truly believe in our heart ˆ⌣ˆ

Perindu Doa Rabithah

Terkadang Melalui Dosa Kita Bisa Dewasa. Dewasa Menuju Pada Sebuah Kebaikan. Karena Kebaikan adalah Sebuah Proses Panjang yang Tak Bisa Kita Nilai Atas Apa yang Dilihat Hari ini

REKAYASA PERGERAKAN

Bergerak, Menginspirasi Selamanya

Rumus Kehidupan

Terinspirasi dan Menginspirasi dengan Ikhlas, just for ALLAH

Refleksi Panggilan Jiwa

Mari Kita Buat Indonesia Tersenyum

Jurnal KAMMI Kultural

Referensi Pemikiran dan Ideologi KAMMI ::: POST-TARBIYAH ::: Corong Pembaharuan Gerakan Muda Islam Indonesia

Verba Volant, Scripta Manent

Berhati-hatilah terhadap asumsi, terkadang ia melukai hati, mematikan silaturahim

Alikta Hasnah Safitri

Menghaluskan Rasa, Menajamkan Pikir

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d blogger menyukai ini: