Mencoba Menginspirasi

“Ingat-ingatlah hari ini, tanggal ini dan acara ini. Dan tuliskan tanggal acara ini di tembok kamar  antum semua!  tanggal ini akan mengubah diri antum

            Sebuah kata-kata yang disampaikan oleh salah satu pembicara Dauroh Marhalah 1 KAMMI UNS waktu itu. Dan memang pasca ikut  DM1 saya ikuti apa yang disampaikan pembicara itu. Saya tuliskan tanggal itu, saya tempelkan di tembok kertas itu. 28,29,30 Desember 2008. Dan saya tunggu apa perubahan pasca acara itu.

            Tahun 2008 merupakan awal masuk ke kampus UNS dan masuk ke fakultas yang juga dikenal sebagai salah satu dari segitiga “neraka”, Fakultas Ekonomi UNS. Masuk ke  FE UNS juga menjadi awal perkenalan dengan organisasi yang bernama KAMMI ini. Berawal dari senior satu kos yang ternyata sebagian besar adalah anggota KAMMI UNS. Dan tiba saatnya Dauroh Marhalah 1 KAMMI bulan Oktober 2008. Senior yang ada di tempat kos berlomba-lomba untuk mengajak adik-adiknya untuk ikut DM1. Dimulai dari presiden BEM UNS, Presiden BEM FE UNS,  dan lain-lain. Semuanya saya tolak! Saya tidak mau ikut DM 1 KAMMI.

            Bulan berganti bulan dan DM 1 KAMMI UNS ternyata diadakan lagi. Desember 2008 DM1 KAMMI diadakan lagi. Dengan sedikit  kerelaan akhirnya saya ikut DM 1 bersama 3 teman kos yang lain. Kita belum tau isinya, jadi jangan menolak dulu, kata teman satu kos juga berangkat  bersama dan yang sekarang sudah bekerja di salah satu Bank Syariah di Indonesia. Sedikit cerita saja bahwa saat bulan Oktober itu saya tidak jadi ikut DM 1 karena punya teman dengan afiliasi “sebelah”. Dia mengatakan bahwa KAMMI itu ini dan itu sehingga membuat pribadi agak ragu  saat diajak ikut DM 1 KAMMI. Namun hal itu tidak berlaku lagi saat DM 1 bulan Desember. Saya sudah melihat kepribadian orang-orang yang ikut dan aktif di KAMMI berbeda dengan yang lain. Lebih berkarakter dan sholeh. itu pendapat pribadi saya.

            Mendaftarlah saya untuk ikut DM 1 dan mendapatkan sebuah surat berisi risalah, buku apa yang harus dibaca, dan perkap yang harus disiapkan dan dibawa saat DM 1. Tidak ada buku yang dibaca karena tidak punya dan malas juga buat membacanya. Sampai akhirnya saya berangkat bersama-sama teman satu kos ke tempat DM ba’da maghrib dan DM 1 pun dimulai (tanpa menunggu saya hadir dahulu tentunya). DM 1 pun dimulai dengan materi pertama dan kedua tanpa ada tanpa kesan yang mendalam. Mengantuk itu pasti, dan asupan snack di tengah DM 1 menjadi obat mengantuk yang dirindukan bagi peserta (saya maksudnya)…Hehe

            Malam kedua berarti malam minggu. Materi ke-KAMMI-an hadir. Sekali lagi tanpa kesan yang mendalam atas materi yang disampaikan pembicara. [i]Ternyata masih ada sisa sentimen negative yang menyebabkan bulan Oktober sebelumnya tidak ikut DM 1. Paska materi ke KAMMI-an berarti saatnya tidur untuk peserta. Ditengah lelapnya tidur pukul 02.30 mungkin, saya dibangunkan panitia. Sulit bangun memang ternyata diriku sampai yang kedua akhirnya baru bisa bangun. Tinggal 3-4 orang yang ada disekitar tempatku tidur. Padahal malam harinya ada 20-an orang yang tidur dengan berbagai posisi tersebar disekitar tempatku tidur. Wah, berarti ini dapat jatah akhir buat jalan malamnya. Setelah dibangunkan langsung saja mengambil air wudhu dan mendapat pengarahan terkait jalan malamnya. Agak muter-muter ternyata untuk rutenya. Keluar dari tempat DM1 kemudian saya berjalan sesuai dengan arahan panitia, berjalan terus dan tidak mengganggu masyarakat. Agak jauh di depan saya melihat sesosok manusia. Pertama saya kira itu teman satu angkatan DM 1 namun setelah diamati kok jalannya seperti orang mabuk dan jalan yang diambil pun tidak sesuai dengan arahan panitia. Akhirnya saya belok kiri sedang orang yang tadi lurus terus maju dan saya pun tidak mau mengganggu lebih lanjut.

            Melanjutkan perjalanan akhirnya bertemu panitia untuk setoran hafalan terlebih dahulu. Harus diulang 3 kali ternyata karena tidak hafal-hafal. Namun dengan“the Power of Kepepet” akhirnya hafal juga walaupun pasca acara sudah lupa lagi.Hehe.. Istilahnya itu hafalnya cepat, hilangnya juga cepat. Setelah pos hafalan dilanjutkanlah perjalanan dan sampailah didepan sebuah kompleks makam jawa yang lumayan tua dan luas. Ada 2 orang panitia yang berdiri di pintu masuk makam. Saya ucapkan salam dan dibalas oleh panitia. Oleh panitia saya diberikan tugas yang termasuk nyeleneh, mencari nama orang yang disebutkan oleh panitia, pasca itu dicari tanggal kematiannya. “Walah, panitianya aneh, masak disuruh nyari nama di kuburan!!”,kata saya dalam hati.

Berbekal senter yang nyalanya tidak terlalu terang dan dengan sedikit bergidik akhirnya saya masuk ke dalam komplek itu. Ternyata sudah ada teman saya yang lebih dahulu didalam (maklum saja, dapat jatah dibelakang). Saya cari-cari nama yang disebutkan panitia hingga sekitar 15 menit-an. Tidak ketemu-ketemu! tambah bingung, bercampur takut  dan cemas. Ditambah lagi dengan peserta lain sudah meninggalkan makam membuat saya mengambil keputusan langsung keluar dari kompleks. Saya pun bertanya kepada panitia yang ada di depan, “Mas, namanya yang antum minta itu gak ada. Bener nggak namanya?”. “Namanya siapa dek?”, tanya panitianya dan saya sebutkan suatu nama.

“Wah, afwan Dek, ternyata mas salah ngasih nama, harusnya ini,” kata panitia tadi. Dengan senyam-senyum mas tadi menjawab. Pantas saja tidak ketemu namanya, ternyata panitianya salah memberikan nama.

“Ya sudah, antum lanjut saja”, lanjutnya. Maka kemudian berjalanlah menuju rute dari panitia. Ditengah-tengah jalan terdengar seppeda motor yang dikendarai panitia yang lain sambil bertanya apakah ada peserta yang lain yang masih di makam. Dan saya jawab tidak ada. Ternyata ada satu peserta yang hilang saat sesi jalan malam itu dan belum ditemukan. Para panitia kebingungan mencari peserta itu karena kondisi yang masih gelap. Dan saya disuruh melanjutkan perjalanan ke arah penginapan.

Usut punya usut, ternyata peserta yang hilang itu adalah akh Ghufronuddin (FKIP/08). Semua pertanyaan terjawab dipagi harinya setelah Sholat Subuh. Ternyata dia orang yang mendapat jatah sebelum saya. Ternyata penampakan orang yang saya kira mabuk itu adalah dia. Dia salah arah, seharusnya belok kiri malah lurus ke arah terminal Karanganyar. Lupa arah hingga dia akhirnya kembali sendiri ke tempat penginapan. Cerita itu dia sampaikan sendiri kepada saya dan teman-teman peserta DM yang lain. Sontak saja semua tertawa mendengar kisahnya. Ada pula yang cerita dia melihat sesosok orang berbaju putih melayang diatas pohon saat di makam. Hmm…Ada-ada saja cerita dari DM 1 Desember ini..

Itulah salah satu kisah singkat DM 1 KAMMI Komisariat Sholahudin Al Ayyubi UNS, Surakarta yang saya alami. KAMMI, dengan proses didalamnya merubah diri saya, dari organisasi yang saya tidak sukai menjadi organisasi yang mendapat bagian penting dalam diri saya, dari yang acuh menjadi peduli, dari yang benci menjadi cinta. Semuanya mealalui proses yang lumayan panjang. Allah SWT lah yang Maha Membolak-balik Hati ini. Maka siapa yang merasa terlepas dari pengawasan Allah SWT ? Sungguh, sangat bersyukur diri ini karena telah masuk didalam organisasi ini dengan berbagai pernak-perniknya.

Dan sekarang saya telah purna tugas dari Bidang Kaderisasi KAMMI UNS 2012-2013. Bersama rekan-rekan kaderisasi KAMMI mencoba menginsiprasi.

                                                                                    Surakarta, 29 Maret 2013

                                     Zulfikar Ali Ahmad

FE UNS /2008


[1] Kaderisasi KAMMI Komisariat Sholahudin Al Ayyubi UNS 2012-2013


Categories: Uncategorized | Tags: , , | 1 Komentar

Navigasi pos

One thought on “Mencoba Menginspirasi

  1. suka pake banget…..
    lucuu…hahhaha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

KAMMI Komisariat Djuanda

"Sejarah telah membuktikan peranan pemuda atau mahasiswa begitu penting dalam menggagas sebuah perubahan dalam suatu negara"

alqaan ilmi

kumpulan catatan kehidupan

Live to Write - Write to Live

We live to write and write to live ... professional writers talk about the craft and business of writing

The Thesis Whisperer

Just like the horse whisperer - but with more pages

KAMMI MADANI

Terus Berkarya dan Menginspirasi

KAMMI Komisariat UGM

KAMMI Komisariat UGM adalah Gerakan yang Memegang Teguh Asas Islam dan Kerakyatan. Menolak Penindasan Manusia atas Manusia!

Life Fire

Man Jadda Wajada | Dreams will be achieved when we truly believe in our heart ˆ⌣ˆ

Perindu Doa Rabithah

Terkadang Melalui Dosa Kita Bisa Dewasa. Dewasa Menuju Pada Sebuah Kebaikan. Karena Kebaikan adalah Sebuah Proses Panjang yang Tak Bisa Kita Nilai Atas Apa yang Dilihat Hari ini

REKAYASA PERGERAKAN

Bergerak, Menginspirasi Selamanya

Rumus Kehidupan

Terinspirasi dan Menginspirasi dengan Ikhlas, just for ALLAH

Refleksi Panggilan Jiwa

Mari Kita Buat Indonesia Tersenyum

Jurnal KAMMI Kultural

Referensi Pemikiran dan Ideologi KAMMI ::: POST-TARBIYAH ::: Corong Pembaharuan Gerakan Muda Islam Indonesia

Verba Volant, Scripta Manent

Berhati-hatilah terhadap asumsi, terkadang ia melukai hati, mematikan silaturahim

Alikta Hasnah Safitri

Menghaluskan Rasa, Menajamkan Pikir

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d blogger menyukai ini: