Menganggap Anak Didik sebagai Bayi

oleh : Putri Permatasari / Kabid Pemberdayaan Perempuan KAMMI UNS 2012

 

Dalam suatu negara, pendidikan memegang peranan yang sangat penting untuk menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara, karena pendidikan merupakan sarana yang paling tepat untuk meningkatkan dan mengembangkan kualitas sumber daya manusia. Teringat masa perang dunia I, Jepang mengirimkan secara besar-besaran warga negaranya untuk bersekolah di luar negeri. Alhasil, sekarang Jepang menjadi negara 5 besar di dunia. Dalam kegentingan perang, mereka tidak melalaikan pendidikan karena pendidikan bagi Jepang selain sebagai kelangsungan hidup bangsa juga sebagai modal kemajuan sebuah bangsa. Seiring dengan perkembangan masyarakat dan kebutuhan yang meningkat, pemerintah berupaya untuk meningkatkan kualitas dunia pendidikan misalnya dengan pembangunan dan perbaikan sarana dan prasarana sekolah, pengadaan buku-buku, pelatihan bagi guru-guru, dan yang terkini telah disahkannya kurikulum 2013 yang pelaksanaannya hanya tinggal menunggu waktu.

Keberhasilan dalam dunia pendidikan dapat ditunjukkan dengan adanya peningkatan kualitas dari hasil pendidikan, yang dapat dilihat dari prestasi belajar yang baik. Peningkatan kualitas pendidikan harus senantiasa dilakukan karena pendidikan merupakan faktor yang sangat menentukan arah gerak suatu bangsa, terlebih bangsa Indonesia merupakan bangsa yang sedang berkembang.

Pendidikan memiliki sasaran objek yaitu siswa, sehingga pendidikan tersebut seharusnya dibuat untuk meningkatkan kualitas siswa. Ada banyak faktor yang mempengaruhi kualitas siswa. Prestasi siswa ditentukan oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal adalah faktor yang ada dalam individu siswa, meliputi kematangan diri, kecerdasan, latihan, motivasi, dan sifat pribadi seseorang. Faktor eksternal adalah faktor yang berada di luar individu, yang meliputi keadaan keluarga, guru, dan cara mengajar, alat-alat pelajaran, motivasi social serta lingkungan dan kesempatan. (Ngalim Purwanto, 1990 : 102). Siswa dalam kesehariannya senantiasa berhadapan dengan guru dan keluarga, sehingga guru dan keluarga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perkembangan siswa. Dalam kehidupan sekolah, guru yang memegang fungsi utama dalam penyelenggaraan pendidikan sehingga pemerintah senantiasa berusaha untuk meningkatkan kualitas guru misalnya pemberian pelatihan, sertivikasi, dan lain-lain.

Sistem penyelenggaraan pendidikan di Indonesia masih mengalami ketertinggalan dengan negara-negara maju. Di luar negeri anak-anak dibebaskan bereksperimen dengan imaginasi mereka, sedangkan di Indonesia anak-anak dituntut untuk menerima materi-materi. Dari tuntutan pendidikan itulah, guru berusaha untuk menyampaikan materi-materi tanpa menambahkan hal di luar itu. Dampak dari tuntutan tersebut, menghancurkan segmen pendidikan perguruan tinggi dimana di perguruan tinggi seorang mahasiswa tidak lagi terpenjara dalam sebuah teori tetapi dihadapkan pada realitas, perkembangan, perubahan, dan permasalahan kehidupan yang harus dicari solusinya sesuai dengan kepakaran masing-masing.

Saya akan memaparkan hasil wawancara terhadap beberapa mahasiswa di sebuah PTN daerah Solo. Sebagian besar kegiatan belajar mengajar di bangku kuliah diisi dengan ceramah dosen, materi-materi kuliah sudah disediakan oleh dosen baik buku (1 refrensi saja) dan power point, partisipasi diskusi di akhir kuliah hanya 1-2 orang, dan untuk materi ujian hanya berasal dari apa yang telah diajarkan dosen serat tidak ada soal yang keluar dari refrensi buku-buku lain.

Hasil observasi tersebut, memberikan gambaran bahwa sistem pendidikan yang dibuat di perguruan tinggi seharusnya tidaklah demikian. Dalam perkuliahan, mahasiswa secara terus-menerus menerima materi yang bersumber dari buku refrensi dosen dan penjelasan yang terdapat dalam power point. Kemudahan-kemudahan seperti itu, apa tidak merasa bahwa mahasiswa dianggap sebagai bayi? yang disuapi terus-menerus oleh dosen. Sikap dosen yang memudahkan mahasiswa dapat berdampak negative bagi keberhasilan pendidikan di perguruan tinggi. Menyuapi mahasiswa memberikan dampak yaitu mahasiswa tersebut tidak memiliki wawasan yang luas dan keprofesionalan mendalam sesuai dengan kepakarannya. Kita tidak bisa membayangkan bahwa kelangsungan hidup bangsa ini akan diwariskan kepada orang-orang yang berwawasan sempit dan kurang professional.

Apalah arti sebuah sistem, yang terpenting adalah bagaimana melakukan perubahan dimulai dari dirinya sendiri dengan terus belajar hal-hal baru dan menambah pengalaman di tempat lain. Karena dengan itulah, obejek pendidikan terus meningkatkan kualitas pendidikannya untuk menjawab realitas, perkembangan, perubahan, dan permasalahan kehidupan yang harus dicari solusinya demi kemajuan sebuah bangsa.

 

Categories: Uncategorized | Tags: , | 2 Komentar

Navigasi pos

2 thoughts on “Menganggap Anak Didik sebagai Bayi

  1. mending sih bayi, makannya pelan-pelan,lha ini di perguruan tinggi, satu kali pertemuan harus rampung 1 bab,padahal belum terukur kepahaman mahasiswnya…

    • itulah tugas generas pembaharu setelahnya,
      tak hanya memperbaiki tatanan
      tapi juga sistem sosial dan kultural yang melingkupinya🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

KAMMI Komisariat Djuanda

"Sejarah telah membuktikan peranan pemuda atau mahasiswa begitu penting dalam menggagas sebuah perubahan dalam suatu negara"

alqaan ilmi

kumpulan catatan kehidupan

Live to Write - Write to Live

We live to write and write to live ... professional writers talk about the craft and business of writing

The Thesis Whisperer

Just like the horse whisperer - but with more pages

KAMMI MADANI

Terus Berkarya dan Menginspirasi

KAMMI Komisariat UGM

KAMMI Komisariat UGM adalah Gerakan yang Memegang Teguh Asas Islam dan Kerakyatan. Menolak Penindasan Manusia atas Manusia!

Life Fire

Man Jadda Wajada | Dreams will be achieved when we truly believe in our heart ˆ⌣ˆ

Perindu Doa Rabithah

Terkadang Melalui Dosa Kita Bisa Dewasa. Dewasa Menuju Pada Sebuah Kebaikan. Karena Kebaikan adalah Sebuah Proses Panjang yang Tak Bisa Kita Nilai Atas Apa yang Dilihat Hari ini

REKAYASA PERGERAKAN

Bergerak, Menginspirasi Selamanya

Rumus Kehidupan

Terinspirasi dan Menginspirasi dengan Ikhlas, just for ALLAH

Refleksi Panggilan Jiwa

Mari Kita Buat Indonesia Tersenyum

Jurnal KAMMI Kultural

Referensi Pemikiran dan Ideologi KAMMI ::: POST-TARBIYAH ::: Corong Pembaharuan Gerakan Muda Islam Indonesia

Verba Volant, Scripta Manent

Berhati-hatilah terhadap asumsi, terkadang ia melukai hati, mematikan silaturahim

Alikta Hasnah Safitri

Menghaluskan Rasa, Menajamkan Pikir

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d blogger menyukai ini: